Muqoddimah

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Taruna Al Quran merupakan sekolah yang memadukan antara Kurikulum Pendidikan Nasional (KTSP) dan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum khas Yayasan Taruna Al Quran. Kurikulum Pendidikan Nasional (KTSP), Kurikulum 2013 dilaksanakan sebagai ketetapan yang berlaku. Penambahan kurikulum Yayasan Taruna Al Quran merupakan ciri khas yang diunggulkan berkaitan dengan status sekolah sebagai Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Kurikulum khas YayasanTaruna Al Quran ini merupakan pengembangan diri mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum khas Yayasan Taruna Al Quran meliputi pelajaran Tahfidz, Tahsin, Akidah Akhlak, Fiqih dan Bahasa Arab.

Penerapan kurikulum khas Yayasan Taruna Al Quran ditekankan pada pembelajaran yang terkait dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari seperti wudhu dan shalat. Kurikulum khas Yayasan Taruna Al Quran juga disesuaikan dengan perkembangan otak anak yang pesat/cemerlang di usia dini/usia awal-awal sekolah dasar dengan menghafal Al Quran dan Hadits.

Selain penambahan kurikulum Yayasan Taruna Al Quran, pembelajaran di dalam kelas didukung pembiasaan yang didasarkan kepada nilai-nilai Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman yang shahih. Para siswa diajarkan adab-adab islami, baik bergaul dengan sesama siswa, guru, karyawan, orang tua, dan masyarakat. Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun termasuk pembiasaan diri dalam pergaulan sehari-hari.

Sebagai implementasi pendidikan karakter, siswa juga dibiasakan dengan pakaian yang sesuai dengan tuntunan syari’at, sehingga mereka sudah menginternalisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran formal Sekolah Dasar Islam Teradu (SDIT) Taruna Al Quran menerapkan belajar 5 hari yaitu mulai hari Senin sampai Jum’at,dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 14.30, meliputi kelas 1 hingga kelas 6. Hari Sabtu dimanfaatkan sebagai pembelajaran ekstrakurikuler,  merupakan pendukung penting agar tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan tercapai. Ektraskurikuler, sebagai pendukung pengembangan diri, pembelajaran sesuai kebutuhan antara lain bagi siswa yang membutuhkan remidial latihan/try out bagi kelas 6.

Demikian gambaran sekilas tentang Sekolah Dasar Islam Terpadu  (SDIT) Taruna Al Quran dan kegiatan pembelajarannya. Sampai saat ini masih mengembangkan diri, dan tentunya belum cukup sempurna, oleh karena itu kami mohon masukan, saran dan kritik yang membangun, serta do’a dari stakeholder, para orang tua/wali murid, masyarakat dan lembaga-lembaga yang terkait. Terima kasih, Jazaakumullah Khairan Katsiiran.

Kepala Sekolah SDIT Taruna Al Quran,

Dra. Siti Budiarti